Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Magelang dan Polresta Bangun Kesamaan Persepsi
|
Kota Mungkid — Kesamaan persepsi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi yang kondusif. Komunikasi yang terbangun sejak dini dapat membantu memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai dinamika demokrasi. Bawaslu Kabupaten Magelang bersama Polresta Magelang membangun komunikasi tersebut melalui konsolidasi demokrasi pada Senin (14/9/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pada masa non-tahapan menuju Pemilu 2029.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Muhammad Habib Shaleh bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Sumarni Aini Chabibah menghadiri pertemuan tersebut. Jajaran Bawaslu Kabupaten Magelang diterima langsung oleh Kapolresta Magelang Kombes Pol. Edy Bagus Sumantri, S.I.K. Konsolidasi dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan menyamakan pandangan mengenai kondisi demokrasi di Kabupaten Magelang. Pembahasan juga mencakup aspek keamanan serta pencegahan politik uang.
Habib menyampaikan bahwa komunikasi antarlembaga perlu terus dipelihara meskipun tahapan pemilu belum berlangsung. Menurutnya, masa non-tahapan menjadi kesempatan untuk membangun pemahaman bersama mengenai peran dan koordinasi kelembagaan. Hal tersebut penting agar sinergi tidak baru dibentuk ketika tahapan pemilu dimulai. Bawaslu Kabupaten Magelang berharap komunikasi dengan Polresta Magelang dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
“Kita tidak ingin sinergi antarlembaga baru dibangun ketika tahapan pemilu dimulai. Justru di masa non-tahapan seperti sekarang, komunikasi harus terus diperkuat agar ketika memasuki tahapan Pemilu 2029, kita sudah memiliki pemahaman dan koordinasi yang baik,” ujar Habib. Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi pemilu perlu dibangun melalui koordinasi sejak dini. Kesamaan pemahaman diharapkan membantu kedua lembaga mengantisipasi berbagai potensi kerawanan. Dengan demikian, komunikasi kelembagaan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi yang kondusif.
Pencegahan politik uang turut menjadi bagian dari pembahasan dalam konsolidasi tersebut. Sumarni Aini Chabibah menilai edukasi dan kolaborasi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah praktik politik uang. Ia berharap sinergi dengan Polresta Magelang semakin kuat dalam membangun iklim demokrasi yang sehat. Konsolidasi ini diharapkan memperkuat kesamaan persepsi dan koordinasi kedua lembaga dalam menjaga demokrasi Kabupaten Magelang menuju Pemilu 2029.
penulis: desiana