Bawaslu Magelang Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang mendorong pendidikan politik masyarakat dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di tingkat desa. Pendidikan politik dinilai penting untuk membangun pemilih yang rasional, kritis, dan memiliki keberanian menolak praktik politik uang. Kesadaran tersebut tidak dapat dibangun secara instan menjelang pemilu.
Komitmen itu diperkuat melalui kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota melalui Keterlibatan dan Peran Masyarakat Tahun 2026 di Muntilan, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Bawaslu Kabupaten Magelang untuk memperkuat pemahaman berbagai kelompok masyarakat mengenai demokrasi dan pengawasan partisipatif. Peserta berasal dari berbagai latar belakang masyarakat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M. Habib Shaleh, S.S., mengatakan bahwa masyarakat yang memiliki pemahaman politik akan lebih mampu menentukan pilihan secara mandiri. Pendidikan politik juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap praktik politik uang. Karena itu, pendidikan politik harus hadir secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Menurut Habib, desa memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran tersebut. Interaksi sosial yang kuat di desa memungkinkan pendidikan politik dilakukan melalui berbagai kelompok dan komunitas. Desa Anti Politik Uang juga dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkuat pendidikan demokrasi.
“Demokrasi tidak cukup hanya diselenggarakan. Demokrasi harus dijaga,” tegas Habib.
Bawaslu Kabupaten Magelang mendorong pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, mahasiswa, serta komunitas lainnya ikut mengambil bagian dalam pendidikan politik. Semakin luas keterlibatan masyarakat, semakin kuat pula budaya demokrasi yang dibangun. Pendidikan politik diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan.
Dengan penguatan pendidikan politik sejak masa non-tahapan, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap masyarakat semakin siap menghadapi Pemilu 2029. Pemilih diharapkan mampu menjaga pilihannya dari berbagai bentuk tekanan maupun transaksi. Demokrasi yang berkualitas akan lahir dari masyarakat yang memiliki kesadaran dan keberanian untuk menjaga hak politiknya.
penulis: desiana