Bawaslu dan Komisi II DPR RI Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu di Magelang
|
Kota Mungkid — Penguatan pengawasan pemilu membutuhkan kerja sama lintas lembaga dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi penting untuk menghadapi tantangan penyelenggaraan Pemilu 2029. Bawaslu Kabupaten Magelang bersama unsur Komisi II DPR RI menggelar Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif di UFO Menoreh, Kecamatan Salaman, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Nur Kholiq, S.H., S.Th.I., M.Kn., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kerja sama antara Bawaslu dan Komisi II DPR RI. Menurutnya, sinergi diperlukan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengawasan. Tantangan Pemilu 2029 diperkirakan semakin kompleks seiring dengan besarnya jumlah pemilih. Karena itu, masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pengawasan.
Haris, S.I.P., M.Si., hadir mewakili Azis Subekti dari Komisi II DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan Azis melalui tayangan video kepada peserta kegiatan. Azis menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat tugas lain di DPR RI. Ia menekankan bahwa demokrasi harus dibangun dari akar rumput melalui pendidikan masyarakat.
Haris menambahkan bahwa keputusan politik berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok, harga BBM, dan berbagai kebijakan publik merupakan contoh dampak keputusan politik. Karena itu, masyarakat perlu memahami proses politik dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Masyarakat juga perlu mengenal calon yang akan diberikan amanah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Muhammad Habib Shaleh menyampaikan bahwa sinergi tersebut harus diteruskan melalui keterlibatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya penggunaan akal budi dalam memahami setiap persoalan pemilu. Masyarakat perlu mampu menilai apakah suatu tindakan telah sesuai dengan regulasi. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pengawasan partisipatif.
Habib juga menyampaikan evaluasi terhadap dinamika Pemilu dan Pilkada 2024. Ia menjelaskan bahwa Salaman merupakan salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pemetaan kerawanan. Namun pelaksanaan Pemilu 2024 di wilayah tersebut berjalan aman. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan harus dilakukan dengan memahami karakteristik setiap wilayah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara penyelenggara pemilu, lembaga negara, dan masyarakat. Bawaslu Kabupaten Magelang berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan menjelang Pemilu 2029. Masyarakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan. Dengan kolaborasi yang kuat, proses demokrasi dapat dikawal secara bersama-sama.
penulis: desiana