Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Produktif Bersama Bawaslu, Habib Shaleh Tekankan Pentingnya Literasi Demokrasi

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menghadirkan program Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi lembaga. Program ini menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Melalui konsep diskusi santai menjelang waktu berbuka puasa, berbagai isu terkait pengawasan pemilu dan demokrasi disampaikan secara ringan namun tetap informatif. Pada kesempatan ini, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, hadir sebagai narasumber.

Habib Shaleh menyampaikan bahwa kegiatan ngabuburit tidak harus selalu diisi dengan aktivitas yang bersifat hiburan semata. Menurutnya, waktu menunggu berbuka puasa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat. Salah satunya dengan mengikuti diskusi yang memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat. Ramadan pun dinilai menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan literasi, termasuk literasi demokrasi.

Ia menjelaskan bahwa literasi demokrasi sangat penting bagi masyarakat dalam memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai dinamika politik. Hal tersebut juga menjadi langkah awal dalam menciptakan partisipasi publik yang lebih aktif dalam proses demokrasi.

Program Ngabuburit Pengawasan dirancang dengan pendekatan yang santai agar mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Meski dikemas dalam format obrolan ringan, materi yang disampaikan tetap mengandung pesan penting mengenai pengawasan pemilu. Interaksi masyarakat melalui kolom komentar juga menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan publik.

Habib Shaleh juga mengajak masyarakat untuk mengikuti program tersebut secara rutin selama bulan Ramadan. Ia menilai bahwa kebiasaan kecil seperti menyimak diskusi yang edukatif dapat memberikan dampak besar bagi penguatan demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Melalui literasi yang baik, masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi. Dari kesadaran itulah pengawasan partisipatif dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Habib Shaleh.

Melalui program ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur dan berintegritas. Ramadan diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam merawat kualitas demokrasi. Dengan partisipasi masyarakat yang aktif, demokrasi yang sehat dan bermartabat dapat terus terjaga.

penulis: desiana