Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Magelang Ajak Refleksi Nilai Taqwa dalam Demokrasi

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menggelar program Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi lembaga tersebut. Program ini menjadi ruang diskusi santai menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadan. Pada episode ke-9 kali ini, Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang Muhammad Hafidh hadir bersama Kyai Agus Muhammad, Imam Masjid At-Taqwa Janggelen. Keduanya membahas tema “Taqwa dan Integritas Penyelenggara Pemilu”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk menghadirkan refleksi moral dalam pengawasan pemilu. Diskusi tersebut mengajak masyarakat memahami bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada aturan dan sistem kelembagaan. Nilai moral dan spiritual juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan demikian, pengawasan pemilu dapat berjalan secara lebih bermartabat.

Dalam pemaparannya, Hafidh menjelaskan bahwa nilai taqwa dapat menjadi pedoman bagi penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya. Kesadaran spiritual akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Hal ini penting agar setiap tindakan selalu berpihak pada kepentingan publik. Dengan demikian, integritas dapat terjaga dalam setiap tahapan pemilu.

Sementara itu, Kyai Agus Muhammad menyampaikan bahwa integritas merupakan bagian dari akhlak yang harus dijaga oleh setiap individu. Menurutnya, amanah publik harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Nilai kejujuran dan ketulusan menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas. Hal tersebut juga relevan bagi penyelenggara pemilu yang memegang tanggung jawab besar dalam demokrasi.

“Melalui Ngabuburit Pengawasan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi. Bersama Kyai Agus Muhammad, kami membahas bagaimana taqwa dapat memperkuat integritas penyelenggara pemilu. Pengawasan bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal hati dan komitmen. Mari kuatkan nilai, jaga integritas, dan rawat demokrasi,” ujar Hafidh.

penulis: desiana