Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Saka Adhyasta, Bawaslu Magelang Dorong Pelajar Bijak Menyikapi Informasi Pemilu

Jamus

Kota Mungkid — Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi, termasuk informasi kepemiluan. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Saka Adhyasta Pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Magelang di SMA Taruna Nusantara, Jumat (25/9/2026). Melalui kegiatan tersebut, pelajar diajak memahami pentingnya bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang diterima. Literasi demokrasi dan kepemiluan menjadi bagian dari upaya membangun pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, mengatakan bahwa generasi muda sangat dekat dengan perkembangan informasi digital. Karena itu, kemampuan memilah informasi menjadi penting agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. “Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi, memahami konteks, dan tidak terburu-buru menyebarkan sesuatu yang belum terverifikasi,” ujar Aini. Menurutnya, kecakapan tersebut juga menjadi bagian dari budaya demokrasi yang sehat.

Dalam kegiatan Saka Adhyasta, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara informasi, partisipasi masyarakat, dan pengawasan pemilu. Peserta diajak memahami bahwa informasi yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menggunakan ruang digital secara bijak. Sikap kritis dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga ruang demokrasi.

Sumarni menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif pada era digital memiliki tantangan yang semakin beragam. Masyarakat tidak hanya dapat mengawasi secara langsung, tetapi juga dapat berperan melalui penyampaian informasi kepada pengawas pemilu sesuai ketentuan. “Ruang digital juga dapat menjadi ruang partisipasi, sepanjang digunakan dengan bertanggung jawab dan berdasarkan informasi yang benar,” jelasnya. Bawaslu terus mendorong generasi muda agar memahami hak sekaligus tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya literasi kepemiluan. Para pelajar diharapkan mampu menjadi pengguna informasi yang kritis sekaligus bertanggung jawab. Saka Adhyasta juga menjadi wadah untuk mempertemukan pendidikan kepemiluan dengan perkembangan kehidupan generasi muda. Melalui penguatan literasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong terciptanya pengawasan partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

penulis: desiana