Bawaslu Magelang Perkuat Konsolidasi Demokrasi melalui Desa Anti Politik Uang di Temanggung
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus mengintensifkan upaya penguatan konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu melalui program Desa Anti Politik Uang. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan kegiatan sambang desa di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Rabu (15/04/2026). Desa ini dikenal sebagai salah satu wilayah tertinggi di kawasan “Nepal Van Java” dan memiliki peran strategis dalam penguatan partisipasi masyarakat.
Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Desa Temanggung, Muslih, bersama jajaran perangkat desa. Kehadiran Bawaslu Kabupaten Magelang menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara penyelenggara pemilu dan pemerintah desa, khususnya dalam upaya pencegahan praktik politik uang di tingkat akar rumput.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, hadir langsung didampingi staf sekretariat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, dengan pembahasan yang menitikberatkan pada penguatan peran Desa Anti Politik Uang sebagai garda terdepan dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Aparatur desa diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan informasi yang akurat terkait dinamika data kependudukan, seperti warga yang meninggal dunia maupun pindah domisili.
Sumarni Aini Chabibah menyampaikan bahwa keberhasilan program Desa Anti Politik Uang tidak hanya terletak pada pencegahan praktik transaksional dalam pemilu, tetapi juga pada kualitas data pemilih yang akurat dan mutakhir. Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Temanggung, Muslih, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Magelang. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Desa Anti Politik Uang serta berperan aktif dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Menurutnya, data pemilih yang valid akan memastikan setiap warga mendapatkan hak pilihnya secara tepat.
Muslih juga berharap melalui kerja sama yang terjalin, kondisi demokrasi di Desa Temanggung dapat semakin kondusif. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menolak praktik politik uang serta berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap Desa Temanggung dapat menjadi contoh dalam implementasi Desa Anti Politik Uang. Kolaborasi yang solid antara Bawaslu dan pemerintah desa diharapkan mampu menghadirkan pemilu yang bersih, transparan, dan berintegritas di masa mendatang.
penulis: makmun
editor: desiana