Bawaslu Kabupaten Magelang Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Pengawas Partisipatif
|
Kota Mungkid – Upaya memperkuat pengawasan partisipatif terus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Magelang melalui berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui sosialisasi bersama mahasiswa KKN Tematik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Deyangan, Kamis (30/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai gerakan Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Magelang. Mahasiswa diajak memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga demokrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Magelang, Sigit Dwi Prasetyo, menyampaikan materi mengenai perkembangan Desa Anti Politik Uang. Ia menjelaskan bahwa program tersebut telah dimulai sejak tahun 2018 dan terus berkembang hingga sekarang. Berbagai inovasi dilakukan agar gerakan tersebut tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen bersama menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.
Sigit menjelaskan bahwa hingga tahun 2026 Kabupaten Magelang telah memiliki 43 Desa Anti Politik Uang. Jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu yang bersih. Menurutnya, pencapaian tersebut harus diimbangi dengan upaya merawat desa-desa yang telah terbentuk. Oleh karena itu, Bawaslu terus melakukan konsolidasi dan pembinaan secara berkala.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga menghadirkan Ketua Paguyuban Desa Anti Politik Uang Kabupaten Magelang, Sudif. Ia berbagi pengalaman mengenai proses menjaga komitmen masyarakat dalam menolak praktik politik uang. Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut lahir dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Peran tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pemuda menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di lokasi pengabdian. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat edukasi politik yang berintegritas. Bawaslu Kabupaten Magelang juga berharap kolaborasi dengan dunia akademik dapat terus berlanjut pada berbagai program pengawasan partisipatif. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan bebas dari praktik politik uang.
penulis: desiana